Selasa, 03 Januari 2017

Pengukuran Sipat Datar (Waterpass)

  Waterpass atau sipat datar merupakan salah satu alat pengukuran yang digunakan khusus untuk menentukan beda tinggi antara titik-titik di permukaan bumi. Acuan yang digunakan ialah mean sea level (MSL) atau referensi lokal. Pengukuran sipat datar memiliki tingkat-tingkat ketelitian sesuai dengan tujuan proyek yang bersangkutan. Hal ini karena pada setiap pengukuran akan selalu terdapat kesalahan. Fungsi tingkat ketelitan tersebut adalah sebagai batas toleransi kesalahan pengukuran yang diperbolehkan.

Berikut adalah cara penempatan alat ukur yang biasa digunakan dalam pengukuran sipat datar.
1.                  Cara pertama ialah dengan menempatkan alat ukur penyipat datar di atas salah satu titik, misalnya pada Gambar 2.6 (di atas titik B). Tinggi a garis bidik (titik tengah teropong) di atas titik B diukur dengan mistar. Garis bidik diarahkan ke rambu ukur yang diletakkan di atas titik yang lain, yaitu titik A dengan gelembung di tengah-tengah. Pembacaan pada rambu ukur misal b, maka angka b ini menyatakan jarak angka b itu dengan alas rambu. Beda tinggi antara titik A dan titik B yaitu t = b – a.

Gambar 2.6 Penempatan Alat Pada Satu Titik
(Sumber: Petunjuk Praktikum Ilmu Ukur Tanah, 2016)

2.                  Cara kedua, alat penyipat datar diletakkan antara titik A dan titik B, sedangkan di titik-titik A dan B ditempatkan dua rambu ukur. Jarak dari alat ukur penyipat datar dengan kedua rambu dibuat kira-kira sama. Alat ukur penyipat datar tidak perlu terletak pada garis lurus yang menghubungkan dua titik A dan B. Aktif garis bidik dengan gelembung nivo di tengah-tengah ke rambu ukur A (belakang) dan rambu ukur B (muka). Angka-angka pada rambu selalu menyatakan jarak antara angka dengan alas rambu, maka cukup mudah dimengerti bahwa beda tinggi antara titik A dan B adalah t = b – m.

Gambar 2.7 Penempatan Alat Di Antara Dua Titik
(Sumber : Petunjuk Praktikum Ilmu Ukur Tanah, 2016)

3.                  Cara ketiga, alat ukur penyipat datar tidak diletakkan antara titik A dan titik B. Alat ukur juga tidak diletakkan di atas salah satu titik A atau titik B, tetapi di sebelah titik A atau di sebelah titik B, di luar garis AB. Gambar 2.8 menunjukkan bahwa alat ukur penyipat datar diletakkan di sebelah kanan titik B. Pembacaan yang dilakukan pada rambu ukur yang diletakkan di atas titik A dan titik B berturut-turut dinyatakan dengan b dan m lagi, sehingga dari Gambar 2.8 diperoleh beda tinggi t = b – m.

Gambar 2.8 Penempatan Alat di Sebelah Kanan Titik B
(Sumber: Petunjuk Praktikum Ilmu Ukur Tanah, 2016)



Berdasarkan ketiga cara pengukuran penyipat datar tersebut, cara dengan alat ukur penyipat datar yang diletakkan antara dua rambu yang memberikan hasil paling teliti. Hal ini dikarenakan kesalahan yang mungkin masih ada pada pengukuran dapat saling memperkecil. Pengaruh tidak sejajarnya garis bidik dan garis arah nivo akan hilang jika jarak antara alat ukur penyipat datar dibuat sama. Beda antara pembacaan rambu belakang dengan rambu muka akan menjadi beda tinggi. Jarak ini dinamakan penyipat datar dari tengah-tengah dan digunakan pada pengukuran penyipat datar memanjang.

Penyipat datar di dalam bidang garis bidik digunakan pabila ingin mengetahui tinggi titik-titik yang terletak di sekitar titik yang ditempati oleh alat ukur penyipat datar. Titik muka lebih rendah dari titik belakang jika b – m > 0. Titik muka lebih tinggi dari titik belakang jika b – m < 0.




Sumber : Laporan Praktikum IUT

Bagian-bagian Alat Ukur Waterpass

Berikut ini adalah alat waterpass yang digunakan dalam pengukuran sipat datar beserta keterangannya:


Gambar 2.1 Waterpass
(Sumber: Totalstation, 2016)


Keterangan gambar:
1.                Penggerak halus diafragma, berfungsi untuk memperjelas benang silang mendatar tegak lurus sumbu I.
2.                Vizier, berfungsi untuk membantu mengarahkan teropong ke arah yang dituju.
3.                 Pengarah lensa, memperjelas bayangan objek yang dituju.
4.                 Nivo, berfungsi membuat sumbu I vertikal
5.           Klem penggerak horizontal, berfungsi untuk menggerakkan teropong ke kiri atau ke kanan untuk mendapatkan posisi sudut secara halus sesuai yang diinginkan.
6.                  Plat dasar, berfungsi sebagai dudukan waterpass.
7.      Sekrup pengatur datar, berfungsi untuk mengatur instrument agar vertikal dengan cara memutarnya naik turun.
8.                  Lensa objektif, berfungsi menangkap bayangan objek.
9.                  Lensa okuler, berfungsi sebagai tempat melihat bayangan objek.





Sumber : Laporan Praktikum IUT


Minggu, 01 Januari 2017

Fungsi Pelabuhan

( https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjvvIucpqHRAhXGuo8KHaRSAE4QjRwIBw&url=http%3A%2F%2Fwww.membuatmaketminiatur.com%2Fproduct%2F20%2F19%2FMAKET-PELABUHAN-TANJUNG-PRIOK&psig=AFQjCNG8dWQnBwKPvdhhi_-MCNoCJHGyww&ust=1483372160528340 )
Fungsi pelabuhan paling tidak ada empat, yaitu sebagai tempat pertemuan (interface), gapura (gateway), entitas industri, dan mata rantai transportasi.

1.      Tempat Pertemuan (Interface)
Pelabuhan merupakan tempat pertemuan dua moda transportasi utama, yaitu darat dan laut serta berbagai kepentingan yang saling terkait. Barang-barang yang diangkut dengan kapal laut akan dibongkar dan dipindahkan ke angkutan darat seperti truk atau kereta api. Sebaliknya, barang-barang yang diangkut dengan truk atau kereta api di pelabuhan dibongkar dan dimuat di kapal.

2.      Gapura (Gateway)
Pelabuhan berfungsi sebagai gapura atau pintu gerbang suatu negara atau wilayah. Warga negara dan barang-barang dari negara asing yang memiliki pertalian ekonomi masuk ke suatu negara akan melewati pelabuhan tersebut. Sebagai pintu gerbang negara, citra negara sagat ditentukan oleh baiknya pelayanan, kelancaran serta kebersihan di pelabuhan tersebut. Pelayanan dan kebersihan di pelabuhan merupakan cermin negara yang bersangkutan.

3.      Entitas Industri
Dengan berkembangnya industri yang berorientasi ekspor maka fungsi pelabuhan menjadi sangat penting. Dengan adanya pelabuhan, hal itu akan memudahkan industri mengirim produknya dan mendatangkan bahan baku. Dengan demikian, pelabuhan berkembang menjadi suatu jenis industri sendiri yang menjadi ajang bisnis suatu usaha, mulai dari transportasi, perbankan, perusahaan leasing peralatan dan sebagainya.

4.      Mata Rantai Transportasi
Pelabuhan merupakan bagian dari rantai transportasi. Di pelabuhan, berbagai moda transportasi bertemu dan bekerja. Pelabuhan laut merupakan salah satu titik dari mata rantai angkutan darat dengan angkutan laut. Orang dan barang yang diangkut dengan kereta api bisa diangkut mengikuti rantai transportasi dengan menggunakan kapal laut. Oleh karena itu, akses jalan mobil, rel kereta api, jalur dari dan ke bandar udara sangatlah penting bagi suatu pelabuhan. Selain itu, sarana pendukung, seperti perahu kecil dan tongkang akan sangat membantu kelancaran aktivitas pelabuhan sebagai salah satu mata rantai transportasi.



Sumber :
-          Buku “Shipping Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut” Edisi Revisi
-          Google image

Kamis, 10 November 2016

Fasilitas Pelabuhan

FASILITAS PELABUHAN

            Untuk menunjang kelancaran aktivitas di pelabuhan, dalam pelabuhan tersedia berbagai fasilitas. Berikut ini adalah beberapa fasilitas utama yang ada dalam pelabuhan.

1.      Penahan Gelombang
Adalah konstruksi dari batu-batuan yang kuat dan dibuat melingkar memanjang ke arah laut dari pelabuhan utamanya yang dimaksudkan sebagai pelindung pelabuhan itu.

2.      Jembatan (Jetty)
Adalah bangunan berbentuk jembatan yang dibuat menjorok keluar ke arah laut dari pantai atau daratan. Dibuat untuk menampung sementara barang yang akan dimuat/bongkar dari/ke kapal yang sandar di jembatan itu.

3.      Dolphin
Adalah kumpulan dari tonggak-tonggak dari besi, kayu, atau beton agar kapal dapat bersandar disitu untuk melakukan bongkar muat ke tongkang.

4.      Mooring Buoys (Pelampung Pengikat)
Pelampung dimana kapal ditambatkan untuk melakukan suatu kegiatan.

5.      Tempat Labuh
Adalah tempat perairan dimana kapal melego jangkarnya untuk melakukan kegiatan. Tempat labuh juga berfungsi sebagai tempat menunggu untuk masuk ke pelabuhan.

6.      Single Buoy Mooring (SBM)
Adalah pelampung pengikat dimana kapal tanker dapat muat bongkar muatannya melalui pipa di pelampung itu yang menghubungkan ke daratan atau sumber pasokan.

7.      Tongkang (Linghter)
Adalah perahu-perahu kecil yang dipergunakan untuk mengangkut muatan atau barang dari atau ke kapal yang dimuat/bongkar, yang biasanya ditarik oleh kapal tunda.

8.      Alur Pelayaran dan Kolam Pelabuhan
Adalah bagian dari perairan di pelabuhan tempat masuk/keluarnya kapal.

9.      Rambu Kapal
Adalah tanda-tanda yang dipasang di perairan menuju pelabuhan untuk memandu kapal berlabuh.

10.  Gudang
Adalah tempat penampungan barang yang tertutup agar terlindung dari cuaca.

11.  Dermaga
Adalah tempat dimana kapal dapat berlabuh atau sandar guna melakukan kegiatannya, baik bongkar/muat ataupun kegiatan lainnya



Sumber:

Buku “Shipping Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut” Edisi Revisi

Alat-alat Ukur Sederhana

Alat Ukur Sederhana

Disebut alat ukur sederhana karena bentuk alat ini didesain secara sederhana. Penggunaannya pun sangat simple dan hanya bisa dipakai untuk mengukur satu macam ukuran saja. Beberapa alat yang termasuk di dalam kategori ini antara lain:

  1. Pita Ukur dikenal pula sebagai meteran, tape, atau rol meter. Ini merupakan alat yang bisa dimanfaatkan untuk mengetahui ukuran jarak atau panjang tanah dengan satuan mm, cm, inchi, atau feet. Meteran juga dapat diandalkan untuk membuat sudut siku-siku, mengukur sudut, dan membuat lingkaran.
http://trijinx.com/wp-content/uploads/2015/12/meteran-tradisional.jpg

  1. Kompas adalah alat yang berguna untuk memeriksa arah. Alat ini berkerja dengan memanfaatkan gaya medan magnet yang membuat jarum penunjuk di dalamnya selalu mengarah ke utara dan selatan bumi. Kompas membantu para pekerja mampu mengukur tanah sesuai dengan arah yang tepat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5CQrZBJvPihuhMLyDs39sddR8iDhnPFIOtzl2B3jBllaykvZsssawxt0nzy9IO_R4uLjuoBLfQKk_j1yGgmOfwlSgmjPguTR4hKp23iJ2tdVb7pA6MtSjjNyZiIMf1H7a0gzLMPzQ_pMb/s1600/kompas.jpg

  1. Klinometer merupakan alat yang berfungsi menentukan besar sudut elevasi dalam mengukur tinggi suatu obyek secara tidak langsung. Dengan klinometer, kita bisa mengetahui tinggi/panjang benda. Prinsip kerjanya yaitu dengan memanfaatkan sudut elevasi antara suatu garis datar dan garis yang terhubung pada titik garis tersebut dengan titik puncak sebuah objek
google image

     4. Timbangan adalah alat yang dipakai melakukan pengukuran massa suatu benda.
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/b/b2/Ohaus-Scale.jpg/800px-Ohaus-Scale.jpg






Sumber :
1. Wikipedia
2. Google Image

Warkop (Warung Kopi)


Dah lama nih gak buat thread, kali ini TS balik lagi dengan pembahasan yang lain tentunya :D . Kali ini kita akan membahas warkop. apatuh warkop ? :D , okee langsung aja

Eeeeeeh.... bukan warkop yang ini gan :D


Warkop atau warung kopi, nama ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Salah satu tempat yang di dalamnya terdapat banyak hal yang dapat dilakukan masyarakat Indonesia, dari mulai sekedar minum kopi, makan, sampai hanya ikut-ikutan nongkrong saja. Berikut ini adalah tipe-tipe orang saat di warkop.

1.      Tempat melepaskan rasa dahaga

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-nkzvVUYeP-ogOhTzeYxuNcRVKwCRu4pP7tqLJ_5iJSMzSvmhjIgLnYymE4PYBcsU3sH1vY5IPV4os0qdAmeOkVpJfNuK7tmSEjEPE4Sf3tdrCIMkAy_TwNTQbpWaOKmLZQNeBtw-NJE/s1600/haus.JPG

Ya namanya juga warkop, pastinya tempat buat minum kopi. Tapi walaupun begitu, warkop juga menyediakan berbagai minuman lain sesuai permintaan agan.

2.      Tempat melepaskan rasa lapar

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqOTVkbNKBk7l4hxkdJmfbGiXBHTQ7ppLbsAVl2TbwbxoSKtyjMZJSO87KOAjX8dX6s08tdNnP5wJA7WMCMrOv9A6pIZvM1LlxFtiiXR1i0cqJhelT1EaBjpxkGrcE5_w1A4vGUfnU8Uo/s280/mie+rebus.jpg

Selain tempat buat melepaskan dahaga, di warkop juga tersedia berbagai menu makanan, seperti mie instan, roti bakar, bubur kacang hijau, dll. Tentunya harganya juga cocok buat masyarakat Indonesia.

3.      Tempatnya mencari informasi
http://www.jasadetektif.org/wp-content/uploads/2015/05/detective-300x222.gif

Segala macam pembicaraan ada di sini, mulai dari olahraga, politik, budaya, bahkan isu-isu hangat seputar artis yang terjadi juga bisa dibahas di sini. Cocok buat agan yang selalu ingin tahu berita hangat yang tengah diperbincangkan.

4.      Yang penting kumpul
https://c3.staticflickr.com/9/8030/7936062258_8b540484f7.jpg

Tipe ini adalah tipe orang yang makan gak makan, minum gak minum, yang penting bisa kumpul dengan temen semua. Walaupun hanya sekedar ngobrol, tapi hal inilah yang bisa mempererat hubungan antar warga masyarakat.

Nah, itulah tipe-tipe masyarakat saat ke warkop. Termasuk tipe yang manakah kalian ? J



 Sumber:

Penulisan pribadi dan gambar dari google image

Selasa, 08 November 2016

Jenis-jenis Pelabuhan

https://www.google.co.id/search?q=pelabuhan+tanjung+priok&rlz=1C1CHFX_enID699ID706&espv=2&biw=1024&bih=532&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwi78dOU4JrQAhXJuo8KHWw9AuYQ_AUIBigB#q=pelabuhan+tanjung+priok&tbm=isch&tbs=isz:l&imgrc=Ppl1TjV5Ex5ssM%3A

Pelabuhan

Menurut Perarturan Pemerintah RI No. 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhan, yang dimaksud pelabuhan adalah tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan/atau bongkar muat barang yang dilengkapi denga dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi.
Menurut jenisnya, pelabuhan dapat dibagi menurut:

a.         Alamnya
·           Pelabuhan Terbuka
Pelabuhan dimana kapal bisa masuk dan merapat secara langsung tanpa bantuan pintu-pintu air.
·           Pelabuhan Tertutup
Pelabuhan dimana kapal-kapal yang masuk harus melalui beberapa pintu air.

b.        Pelayanannya
·           Pelabuhan Umum
Pelabuhan yang diselenggarakan untuk kepentingan umum.
·           Pelabuhan Khusus
Pelabuhan yang dikelola untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu.

c.         Lingkup Pelayaran yang Dilayani
·           Pelabuhan internasional hub
·           Pelabuhan internasional
·           Pelabuhan nasional
·           Pelabuhan regional
·           Pelabuhan lokal

d.        Kegiatan Perdagangan Luar Negeri
·           Pelabuhan Impor
Melayani masuknya barang-barang dari luar negeri.
·           Pelabuhan Ekspor
Melayani penjualan barang-barang ke luar negeri.

e.         Kapal yang Diperbolehkan Singgah
·           Pelabuhan Laut
Pelabuhan yang terbuka bagi perdagangan luar negeri dan dapat disinggahi oleh kapal-kapal dari negara sahabat.
·           Pelabuhan Pantai
Pelabuhan yang tidak terbuka untuk perdagangan denga luar negeri dan hanya dapat digunakan oleh kapal-kapal dari Indonesia.

f.          Wilayah Pengawasan Bea-Cukai
·           Custom Port
Pelabuhan yang berada di bawah pengawasan Bea-Cukai.
·           Free Port
Pelabuhan yang berada di luar pengawasan Bea-Cukai.

g.        Kegiatan Pelayarannya
·           Pelabuhan Samudra
Contohnya Pelabuhan Tanjung Priuk dan Tanjung Perak.
·           Pelabuhan Nusantara
Contohnya Pelabuhan Banjarmasin.
·           Pelabuhan Pelayaran Rakyat
Contohnya Pelabuhan Sunda Kelapa.
h.        Perannya dalam Pelayaran
·           Pelabuhan Transito
Pelabuhan yang mengerjakan transhipment cargo. Contohnya pelabuhan Singapura.
·           Pelabuhan Ferry
Pelabuhan penyebrangan. Contohnya Pelabuhan Merak – Bakaheuni.



Sumber :
Buku “Shipping Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut” Edisi Revisi

Capt. R.P.Suyono